Tahun Baru Imlek identik dengan harapan baru, keberuntungan, dan keharmonisan keluarga. Selain berbagai tradisi yang dijalankan, ada juga pantangan Imlek yang masih dipercaya oleh banyak orang hingga sekarang. Pantangan ini bukan sekadar larangan, tetapi bagian dari simbol dan filosofi budaya Tionghoa yang diwariskan turun temurun.
Memahami apa saja pantangan yang ada saat Imlek bisa membantu kita merayakan tahun baru dengan lebih sadar, tanpa harus memaknainya secara kaku. Berikut pembagiannya berdasarkan kategori agar lebih mudah dipahami.
Pantangan Imlek Terkait Ucapan dan Bahasa

Menghindari kata kata negatif
Salah satu pantangan saat Imlek yang paling umum adalah tidak mengucapkan kata kata kasar, makian, atau kata yang berkonotasi buruk. Ucapan dipercaya sebagai doa, terutama di awal tahun.
Tidak membicarakan kesialan atau kematian
Dalam konteks larangan Imlek, topik seperti penyakit, kematian, atau kegagalan sebaiknya dihindari. Imlek dimaknai sebagai awal yang bersih dan penuh harapan.
Pantangan Imlek Terkait Emosi dan Sikap

Tidak marah atau bertengkar
Menjaga emosi termasuk larangan saat Imlek yang sering ditekankan. Bertengkar dipercaya bisa membawa energi negatif sepanjang tahun.
Menghindari menangis atau bersedih
Kesedihan pada hari pertama Imlek dianggap kurang baik. Karena itu, pantangan ini mendorong kita ke dalam suasana yang hangat dan penuh kegembiraan pada saat hari raya.
Pantangan Imlek Terkait Aktivitas Rumah Tangga

Tidak menyapu atau membuang sampah di hari pertama
Dalam tradisi tertentu, menyapu di hari pertama Imlek dianggap dapat membuang rezeki. Pantangan yang satu ini lebih bersifat simbolik agar kita lebih berhati-hati di awal tahun.
Tidak memecahkan barang
Barang pecah sering dikaitkan dengan perpisahan atau konflik. Karena itu, larangan Imlek ini mengajarkan kehati hatian dan ketenangan saat perayaan.
Pantangan Imlek Terkait Barang dan Penampilan

Menghindari warna hitam dan putih
Hitam dan putih sering diasosiasikan dengan suasana duka. Maka dari itu, di saat Imlek. Kita dianjurkan untuk memakai baju berwarna cerah seperti merah atau emas yang melambangkan keberuntungan.
Menghindari benda tajam
Pisau atau gunting dipercaya melambangkan konflik. Dalam pantangan saat Imlek, benda tajam sebaiknya tidak digunakan di hari pertama perayaan.
Pantangan Imlek dalam Memberi dan Menerima Angpao

Tidak memberi angpao dengan angka tertentu
Beberapa angka dianggap kurang membawa keberuntungan. Karena itu, larangan saat Imlek sering berkaitan dengan jumlah isi angpao.
Tidak menggunakan angpao yang rusak atau kusam
Angpao melambangkan doa dan harapan baik. Memberikan angpao dalam kondisi tidak layak bertentangan dengan makna Imlek yang bersifat suci dan positif.
Menyikapi Pantangan Saat Imlek di Zaman Sekarang
Tidak semua pantangan saat Imlek harus diterapkan secara kaku. Banyak keluarga memaknainya secara simbolis sebagai pengingat untuk menjaga sikap, ucapan, dan hubungan dengan sesama.
Dalam konteks modern, larangan Imlek bisa dipahami sebagai nilai budaya tentang keharmonisan, rasa hormat, dan refleksi diri di awal tahun.
Jadi, Bagaimana Cara Menyikapi Larangan yang Ada Saat Imlek?
Penting untuk diingat bahwa pantangan saat Imlek bukan aturan yang menakut nakuti. Tradisi ini lebih bersifat panduan moral dan budaya agar perayaan berjalan dengan penuh makna.
Dengan memahami konteksnya, larangan yang ada saat Imlek justru bisa menjadi sarana untuk menghargai nilai nilai keluarga dan keberagaman budaya.
Selain memahami hal yang tidak dianjurkan saat Imlek, banyak orang kini juga ingin merayakan Imlek dengan sentuhan yang lebih personal, salah satunya melalui desain angpao custom. Desain angpao yang menarik tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga mencerminkan doa dan harapan baik bagi penerimanya.
Kalau kamu ingin membuat angpao dengan desain unik untuk keluarga, bisnis, atau kebutuhan event Imlek, kamu bisa menemukan jasa desain angpao profesional di Fastwork. Tersedia berbagai freelancer desain grafis yang siap membantu mulai dari konsep tradisional hingga modern, sesuai kebutuhan kamu.
Dengan desain angpao yang tepat, perayaan Imlek jadi terasa lebih berkesan dan bermakna.

